Terlilit Hutang
Selain upaya-upaya yang syar’i seperti meningkatkan takwa, memperbanyak istighfar, doa, sedekah, dan menyambung silaturahmi, juga perlu mengupayakan solusi-solusi qodari atau solusi yang konkret. Di antaranya:
1. Minta penundaan dan selalu beri kabar
Jangan malu meminta penundaan ketika memang belum sanggup melunasi.
Dan konsisten memberi kabar kepada pemberi hutang. Jangan kabur atau berdusta.
Dari Aisyah radhillahu’anha, beliau berkata:
أنَّ رَسولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ كانَ يَدْعُو في الصَّلَاةِ: اللَّهُمَّ إنِّي أعُوذُ بكَ مِن عَذَابِ القَبْرِ، وأَعُوذُ بكَ مِن فِتْنَةِ المَسِيحِ الدَّجَّالِ، وأَعُوذُ بكَ مِن فِتْنَةِ المَحْيَا، وفِتْنَةِ المَمَاتِ، اللَّهُمَّ إنِّي أعُوذُ بكَ مِنَ المَأْثَمِ والمَغْرَمِ فَقَالَ له قَائِلٌ: ما أكْثَرَ ما تَسْتَعِيذُ مِنَ المَغْرَمِ، فَقَالَ: إنَّ الرَّجُلَ إذَا غَرِمَ، حَدَّثَ فَكَذَبَ، ووَعَدَ فأخْلَفَ
“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam biasa berdoa di dalam salatnya,
allahumma inni a’udzubika min ‘adzabil qobri, wa a’udzubika min fitnatil masihid dajjal, wa a’udzubika min fitnatil mahya, wa fitnatil mamat, allahumma inni a’udzubika minal ma’tsam wal maghram
(Ya Allah, aku memohon perlindungan kepada-Mu dari azab kubur. Aku memohon perlindungan kepada-Mu dari fitnah al Masih ad Dajjal. Aku memohon perlindungan kepada-Mu dari fitnah orang yang hidup dan orang yang sudah mati. Aku memohon perlindungan kepada-Mu dari dosa dan hutang).
Lalu seseorang bertanya kepada beliau, ‘Wahai Rasulullah, betapa seringnya Engkau berlindung dari hutang?’ Beliau pun menjawab, ‘Sesungguhnya seseorang yang biasa berhutang, jika dia berbicara dia akan berdusta, jika dia berjanji dia akan mengingkarinya’”
📚 : [ HR. Bukhari no. 832 dan Muslim no. 1325 ]
Mengapa orang yang suka berhutang cenderung suka berbohong dan mengingkari janji?
Syaikh Abdul Karim Al Khudhair menjelaskan,
“Dia akan berdusta agar bisa menghindarkan diri dari si pemberi hutang. Dan dia juga akan mudah ingkar janji agar bisa menghindarkan diri dari si pemberi hutang”
📚 : [ Syarhul Muharrar fil Hadits, 21: 11 ]
2. Konsiten mencicil hutang
Cicil hutang secara konsisten walaupun sedikit demi sedikit. Yakinlah Allah akan beri keberkahan pada upaya yang sedikit itu.
وَهُزِّي إِلَيْكِ بِجِذْعِ النَّخْلَةِ تُسَاقِطْ عَلَيْكِ رُطَبًا جَنِيًّا
"Tendanglah olehmu (wahai Maryam) pohon kurma itu. Sehingga jatuh kepadamu kurma yang masak"
📚 : [ QS. Maryam: 25 ]
Maryam wanita yang sedang hamil menendang pohon kurma, tentu hampir mustahil bisa menjatuhkan kurmanya.
Tapi Allah perintahkan ia untuk mengambil sebab walaupun itu sebab yang sedikit. Sehingga Allah berikan keberkahan mendapatkan rezeki yang tidak disangka-sangka.
Dan wajib menepati janji untuk mencicil, karena ingkar janji adalah kemunafikan. Dari Jabir bin Abdillah radhiallahu’anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi Wasallam bersabda :
في المنافقِ ثلاثٌ ، إذا حدَّث كذبَ ، و إذا وعد أخلفَ ، وإذا ائتُمِنَ خانَ
“Ada 3 sifat orang munafik: [1] jika ia bicara, ia berdusta, [2] jika ia berjanji, ia ingkar janji, [3] jika ia diberi amanah, ia berkhianat”
📚 : [ HR. Al Bukhari dalam At Tarikh Al Kabir [8/386], Ibnu Hibban no. 256, dishahihkan dalam Silsilah Ash Shahihah no. 1998 ]
3. Jual aset
Menjual aset untuk melunasi hutang adalah bentuk keseriusan untuk melunasinya. Sedangkan orang yang serius melunasi hutang, maka Allah akan menolongnya.
Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘ alaihi wasallam bersabda,
ن أخَذَ أمْوالَ النَّاسِ يُرِيدُ أداءَها أدَّى اللَّهُ عنْه، ومَن أخَذَ يُرِيدُ إتْلافَها أتْلَفَهُ اللَّهُ
“Orang yang mengambil harta orang lain (berhutang), dengan niat untuk melunasinya kelak, maka Allah akan menolong dia untuk melunasinya. Adapun orang yang mengambil harta orang lain dengan niat tidak akan melunasinya, maka Allah akan hancurkan dia”
📚 : [ HR. Bukhari no. 2387 ]
4. Turunkan gaya hidup
Ketika sudah terlilit hutang, jangan pertahankan gaya hidup yang ada. Turunkanlah gaya hidup. Hiduplah sederhana penuh dengan qana’ah. Gunakan dan beli yang penting saja. Yang penting cukup.
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
قد أفلحَ من أسلمَ ، ورُزِقَ كفافًا ، وقنَّعَه اللهُ بما آتاهُ
“Sungguh beruntung orang yang sudah berislam, lalu Allah beri rezeki yang secukupnya, dan Allah jadikan hatinya qana’ah (merasa cukup) dengan apa yang dikaruniakan kepadanya”
📚 : [ HR. Muslim no. 1054 ]
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَن أصبحَ مِنكُم آمِنًا في سِرْبِه ، مُعافًى في جسَدِهِ ، عندَهُ قُوتُ يَومِه ، فَكأنَّمَا حِيزَتْ له الدُّنْيا
“Barang siapa bangun di pagi hari dalam keadaan merasakan aman pada dirinya, sehat badannya, dan ia memiliki makanan untuk hari itu, maka seolah-olah seluruhnya dunia dikuasakan kepadanya.”
📚 : [ HR. Tirmidzi no.2346, dishahihkan dalam Silsilah ash-Shahihah, no. 2318 ]
5. Boleh mengajukan bantuan jika mendesak
Boleh meminta kepada orang lain atau lembaga sosial jika memang kondisi mendesak dan sangat fakir.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
إِنْ الْمَسْأَلَةَ كَدٌّ يَكُدُّ بِهَا الرَّجُلُ وَجْهَهُ إِلَّا أَنْ يَسْأَلَ الرَّجُلُ سُلْطَانًا أَوْ فِي أَمْرٍ لَا بُدَّ مِنْهُ
“Sesungguhnya, meminta-minta itu adalah cakar yang digunakan seseorang untuk mencakar wajahnya sendiri, kecuali bila seseorang meminta kepada penguasa atau karena keadaan yang sangat memaksa”
📚 : [ HR. At-Tirmidzi no. 681, ia berkata: “hasan shahih” ]
Wallahu a’lam.
✍🏻 : Klik Disini
Komentar
Posting Komentar
Harap mengisi kolom komentar dengan baik dan benar, segala bentuk promosi atau ujaran kebencian akan Kami Hapus.
Jika ada artikel yang kontra dengan pemahaman anda, kami menerima segala kritik dan saran. Silahkan sampaikan dengan sopan santun di kolom komentar tanpa menghujat atau playing victim, sertakan bukti pendukung yang kuat agar lebih logis.
Baarakallahu fiikum
-Owner