Bosan Hidup
"Kamu pernah bosan hidup?", teman bertanya. Sebenarnya bukan pertama kali pertanyaan semacam itu ditujukan kepada saya.
Beberapa teman yang mengalami bosan hidup, setelah panjang lebar bercerita, menanyakan, apakah saya mengalami hal yang sama?
Bosan hidup yang dimaksud adalah kondisi tidak semangat beraktivitas seperti biasanya, bahkan kehilangan minat dalam hal-hal yang sebelumnya sangat disukai.
Bosan hidup ditandai dengan menurunnya motivasi berkegiatan, seperti pekerjaan, pendidikan, ta'awun, dan berkeluarga. Akibatnya, produktivitas berkurang.
Orang yang sedang bosan hidup cenderungnya mudah emosi, gampang tersinggung atau bersedih tanpa alasan yang jelas.
Bahkan, memilih mengisolasi diri dari pergaulan. Ia menghindari pertemuan sosial. Berinteraksi dengan orang lain, baginya membosankan bahkan membuatnya terluka dan dirugikan.
Imam Ibnul Qayyim rahimahullah, dalam kitab 📚 : [ Al Fawaid hal.181 ],
Menyebut bosan hidup sebagai penyakit yang paling berbahaya. Orang yang bosan hidup, tidak mensyukuri nikmat Allah.
Berikut ini beberapa langkah untuk mensiasati rasa bosan:
Pertama,
Mempelajari siklus iman, naik turunnya dan lemah menguatnya. Sebelum iman melemah, sudah mengambil langkah mengokohkan.
Sahabat Umar bin Khattab berkata:
هَلُمُّوا نزداد إيمانًا
"Ayolah kemari, kita menambah iman"
📚 : [ As Sunnah karya Al Khallal no. 1584 ]
Kedua,
Memilih ibadah yang memang variatif. Ibadah tak hanya tentang rukuk dan sujud, bukan sebatas puasa dan salat malam. Ibadah sangat luas maknanya.
Jika rasa bosan itu hadir, cobalah kunjungi orang-orang miskin sambil membagikan hadiah. Anda akan bahagia saat menyaksikan mereka tertawa bahagia. Anda akan kembali bersemangat setelah melihat bahwa masih banyak orang yang susah hidupnya.
Ketiga,
Berlomba-lomba berbuat baik. Maksudnya adalah menempatkan diri dalam ajang perlombaan berbuat baik. Lihatlah orang-orang yang telah melesat jauh ke depan dengan berbagai kebaikan.
Di mana kita? Tertinggal jauh. Di mana kita? Masih berada di baris belakang.
وَفِى ذَٰلِكَ فَلْيَتَنَافَسِ ٱلْمُتَنَٰفِسُونَ
"dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba"
📚 : [ Q. S. Al Muthaffifin : 26 ]
Sementara orang-orang saleh telah berbuat yang terbaik, kenapa kita justru merasa bosan?
Keempat,
BERDOA. Ini langkah krusial. Sebab, bosan hidup diakibatkan suasana hati yang ekstrem fluktuatif.
Nah, ingatlah bahwa Allah adalah Dzat yang maha membolak-balikkan hati. Mintalah kepada- Nya agar hati tetap tenang dan damai. Mohonlah supaya hati tidak mengalami kebosanan.
Rasulullah ﷺ sering berdoa :
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ
"Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkan hatiku di atas agama- Mu"
📚 : [ HR Tirmidzi no.2140 dari Anas bin Malik ]
Kelima,
Mungkin saja inilah hikmahnya. Bosan hidup dikarenakan rutinitas yang sama di setiap hari.
Daripada terjun bebas ke rutinitas negatif atau turun level, kenapa tidak berpikir untuk naik level saja?
Berpindah naik ke suasana dan semangat baru di level yang lebih tinggi.
Misalnya, sudah bosan hidup karena semua kebutuhan dunia telah terpenuhi. Uang ada. Semua jenis makanan minuman sudah di rasa. Jalan-jalan traveling telah dilalui.
Kenapa tidak naik level? Tinggal di dekat Pondok lalu private Al Qur'an dan bahasa Arab. Atau bila mampu, tinggal saja di kota suci Mekkah atau Madinah untuk fokus ibadah.
Intinya, jangan karena bosan hidup malah ingin kembali turun level seperti sebelumnya. Jangan karena bosan hidup malah berbuat maksiat mengotori hidup. Baarakallahu fiikum
✍🏻 : Karawang, 18 Desember 2024
🏷️ Saluran WhatsApp : Klik Disini
📱Grup WA : Klik Disini
📪 Telegram : Klik Disini
Komentar
Posting Komentar
Harap mengisi kolom komentar dengan baik dan benar, segala bentuk promosi atau ujaran kebencian akan Kami Hapus.
Jika ada artikel yang kontra dengan pemahaman anda, kami menerima segala kritik dan saran. Silahkan sampaikan dengan sopan santun di kolom komentar tanpa menghujat atau playing victim, sertakan bukti pendukung yang kuat agar lebih logis.
Baarakallahu fiikum
-Owner