Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2024

Ramadhan Sudah Dekat

Gambar
RAMADHAN SUDAH DEKAT Dahulu, generasi terbaik umat ini selalu mempersiapkan diri menyambut Ramadhan dengan sebaik-baiknya. Ulama menyebutkan: كَانُوا يَدْعُوْنَ اللهَ سِتَّةَ أَشْهُرٍ أَنْ يُبَلِّغَهُمْ شَهْرَ رَمَضَانَ ثُمَّ يَدْعُوْنَ اللهَ سِتَّةَ أَشْهُرٍ أَنْ يَتَقَبَّلَهُ مِنْهُمْ ”Dahulu mereka (para sahabat) memohon kepada Allah selama enam bulan agar mereka dapat berjumpa dengan bulan Ramadhan. Kemudian mereka memohon lagi selama enam bulan setelah Ramadhan agar amalan mereka selama bulan Ramadhan diterima.”  📚 : [ Lathaiful Ma’arif, hlm. 232 ] Abu Bakr al Warraq al Balkhi -semoga Allah merahmatinya- mengatakan: شهر رجب شهر للزرع و شعبان شهر السقي للزرع و رمضان شهر حصاد الزرع “Rajab adalah bulan untuk menanam, Sya’ban adalah bulan untuk menyiram dan Ramadhan adalah bulan untuk memanen.”  📚 : [ Lathaiful Ma’arif, hlm. 130 ] Sebagian ulama yang lain mengatakan: السنة مثل الشجرة وشهر رجب أيام توريقها وشعبان أيام تفريعها ورمضان أيام قطفها والمؤمنون قطافها. ج...

Jika Hatimu Bersih

Gambar
Imam Ibnu Quddamah -rahimahullah- dalam mukhtashar Minhaj al-Qashidinnya berkata : "Siapa saja yang ingin mengetahui aib jiwanya, maka silahkan ia menempuh Jalan yaitu engkau mengambil faidah untuk mengetahui aib jiwamu dari lisan musuh-musuhmu.  Karena, mata kebencian akan melihat keburukan. Seorang manusia mengambil manfaat dari musuhnya yang menyebut aib-aibnya lebih banyak daripada ia mengambil manfaat dari teman-temannya yang menyembunyikan aib-aibnya."  📚 : [ Mukhtashar Minhaj al-Qashidin: 121 ] Jika hatimu bersih, saat ada orang yang mengkritik kesalahanmu, maka engkau akan intropeksi diri, sekalipun itu dari musuhmu. Bukan malah mencari-cari pembenaran atas perbuatanmu. Jika hatimu bersih, maka kesalahanmu akan engkau anggap sebagai kesalahan. Tapi, jika hatimu kotor, malu terhadap pengikutmu atas kesalahanmu, engkau akan berupaya menyembunyikan kesalahanmu sekalipun ia teramat fatal bagi umat yang bisa saja mengikutinya. Menjauhlah dari teman-teman mu ya...

Cari Aman ditempat Rawan

Manusia diciptakan memiliki sisi lemah. Lemah menghadapi penyakit, lemah menghadapi kefakiran, ataupun menghadapi kefakiran dan kenyataan. Allah سبحانه وتعالى berfirman : "Dan manusia dijadikan bersifat lemah" 📚 : [ T.Q.S An-Nisa : 28 ] Dengan kelemahan itu, manusia mencari "kekuatan lain" untuk menolong dirinya meraih cita-cita dan melindungi diri dari bahaya yang mengancam. Akan tetapi, amat disayangkan di antara manusia justru mencari perlindungan kepada sesuatu yang lemah bahkan lebih lemah. Padahal, tempat perlindungan selain Allah sejatinya adalah tempat yang rawan dari bahaya. Allah سبحانه وتعالى mengumpakannya dengan sarang laba-laba : مَثَلُ ٱلَّذِينَ ٱتَّخَذُواْ مِن دُونِ ٱللَّهِ أَوۡلِيَآءَ كَمَثَلِ ٱلۡعَنكَبُوتِ ٱتَّخَذَتۡ بَيۡتًا ۖ وَإِنَّ أَوۡهَنَ ٱلۡبُيُوتِ لَبَيۡتُ ٱلۡعَنكَبُوتِ ۚ لَوۡ كَانُواْ يَعۡلَمُونَ "Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang pal...

Ketika Hampir Menyerah

Pasti berat dan bersedih ketika terpisah dari orang yang dicintai. Apalagi anak kandungnya sendiri. Lebih-lebih diketahui anaknya masih hidup, namun entah di mana berada. Bukan satu atau dua bulan. Bukan juga setahun dua tahun. Terpisah dalam waktu yang lama. 30 tahun, Nabi Ya'qub terpisah dengan anaknya yang masih kecil, Nabi Yusuf. Kakak-kakaknya iri. Mereka dengan tipu muslihat, memasukkan Yusuf ke dalam sebuah sumur yang kemudian dipungut oleh kafilah yang lewat. Maka, mulailah perjalanan hidup Yusuf yang menakjubkan. Dari budak, menjadi pelayan seorang pejabat, dipenjara, hingga menjadi menteri kepercayaan raja. Ketika paceklik melanda di semua penjuru negeri, Nabi Ya'qub memerintahkan anak-anaknya berangkat ke Mesir guna meminta bantuan makanan pokok kepada Menteri Al Aziz, yang bukan lain adalah Yusuf. Kedatangan Pertama,  Yusuf meminta mereka untuk menghadirkan adik paling bungsu bernama Bunyamin. Karena, Yusuf memberikan jatah 11 orang padahal mereka datang bersepuluh....