Postingan

Menampilkan postingan dari 2024

Putus Asa Remaja

Gambar
Putus asa artinya hilang harapan. Remaja adalah fase transisi antara masa kanak-kanak menuju dewasa. Berapa usianya? Banyak pendapat. Praktiknya; ada sekian remaja (tidak semuanya) yang karena satu dan lain sebab, mengalami putus asa. Baginya, jalan ke depan telah buntu. Harapan tentang masa depan menjadi suram. Padahal, menurutnya, yang telah tertanam sejak kecil di hatinya adalah tempat mengasah diri dan menggembleng jiwa agar bisa bahagia. Sebut saja Fulan, Perwakilan dari remaja-remaja putus asa. Dikarenakan satu dan lain alasan melakukan pelanggaran aturan. Secara hukum agama terlarang. Seharusnya Fulan memang ditegur, dinasihati, bahkan bila perlu diberi sanksi. Namun, mohon bersikaplah bijak. Jangan berlebihan. Sesuai kadar dan porsinya. Apa contoh sikap berlebihan? Dipermalukan di depan umum. Diceritakan kesana kemari, bahkan disebarluaskan. Dicap dan dilabeli nakal. Seolah-olah tidak ada pintu taubat. Seakan-akan tidak ada maaf. Ibrahim An Nakha'i dalam kitab ...

Terlilit Hutang

Selain upaya-upaya yang syar’i seperti meningkatkan takwa, memperbanyak istighfar, doa, sedekah, dan menyambung silaturahmi, juga perlu mengupayakan solusi-solusi qodari atau solusi yang konkret. Di antaranya: ​1. Minta penundaan dan selalu beri kabar Jangan malu meminta penundaan ketika memang belum sanggup melunasi. Dan konsisten memberi kabar kepada pemberi hutang. Jangan kabur atau berdusta. ​​Dari Aisyah radhillahu’anha, beliau berkata: ​​ ​​أنَّ رَسولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ كانَ يَدْعُو في الصَّلَاةِ: اللَّهُمَّ إنِّي أعُوذُ بكَ مِن عَذَابِ القَبْرِ، وأَعُوذُ بكَ مِن فِتْنَةِ المَسِيحِ الدَّجَّالِ، وأَعُوذُ بكَ مِن فِتْنَةِ المَحْيَا، وفِتْنَةِ المَمَاتِ، اللَّهُمَّ إنِّي أعُوذُ بكَ مِنَ المَأْثَمِ والمَغْرَمِ فَقَالَ له قَائِلٌ: ما أكْثَرَ ما تَسْتَعِيذُ مِنَ المَغْرَمِ، فَقَالَ: إنَّ الرَّجُلَ إذَا غَرِمَ، حَدَّثَ فَكَذَبَ، ووَعَدَ فأخْلَفَ ​​ ​​“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam biasa berdoa di dalam salatnya, ​​ ​​allahumma inni a’udzubika min ‘adzabil qobri...

Ashobiyyah Kelompok

Gambar
Kita ini hidup di zaman yang mana dalam menilai seseorang atau suatu kelompok itu harus hitam putih secara mutlak, seakan-akan orang atau kelompok tersebut benar semuanya atau salah semuanya. Padahal para ulama kita telah memberikan kaedah dalam masalah ini dengan sebaik-baiknya kaedah insya Allah. Berikut salah satu ulamanya: Imam Ibnul Qayyim rahimahullahu berkata: ولا نتعصب لطائفة على طائفة بل نوافق كل طائفة على ما معها من الحق ونخالفها فيما معها من خلاف الحق لا نستثني من ذلك طائفة ولا مقالة "Kita tidak fanatik terhadap suatu kelompok atas kelompok lain. Bahkan kita sepakat dengan suatu kelompok yang ada padanya kebenaran dan menyelisihinya jika ada padanya kesalahan. Kita tidak mengecualikan dari hal tersebut satu kelompok pun atau satu perkataan pun".  📚 : [ Thariqul Hijratain juz 2 hal 858 ] Beliau juga berkata: فإن كل طائفة معها حق وباطل وتتفاوت في ذلك فالواجب موافقتهم فيما قالوه من الحق ورد ما قالوه من الباطل ومن فتح الله له بهذا الطريق فقد فتح له من العل...

Menghadapi Orang Blak-Blakan

Gambar
Baiknya memang sering-sering membaca kisah kesabaran Nabi Muhammad ﷺ.  Ibarat tanaman, kisah-kisah itu adalah airnya. Sementara kita, bagai tanaman yang akan kering lalu mati tanpa air. Kesabaran dapat berkurang kualitasnya. Bisa tergerus lalu habis. Bisa menyusut dan surut. Maka, agar sabar tidak menurun, harus disuntik dengan kisah-kisah Nabi Muhammad ﷺ yang menakjubkan. Kisah tentang itu sangat banyak. Dalam hadist 📖 : [ Bukhari no. 3149 dan Muslim no. 1057 ] Anas bin Malik pernah menemani Nabi Muhammad ﷺ berjalan-jalan.  Saat itu, pakaian dari negeri Najran yang dikenakan. Bagian tepi kainnya kasar. Pakaian itu menutupi bagian atas tubuh Nabi Muhammad ﷺ. Dari arah belakang, seorang Arab badui menyusul. Seolah sengaja mengejar. Tanpa kata-kata, tiada kalimat pembuka, badui itu menarik keras pakaian Nabi Muhammad ﷺ. Kata Anas bin Malik, "Saya perhatikan, bagian leher Nabi Muhammad sudah memerah lecet, terkena bagian tepi kain yang kasar. Saking kerasnya badui it...

Bosan Hidup

Gambar
"Kamu pernah bosan hidup?", teman bertanya. Sebenarnya bukan pertama kali pertanyaan semacam itu ditujukan kepada saya. Beberapa teman yang mengalami bosan hidup, setelah panjang lebar bercerita, menanyakan, apakah saya mengalami hal yang sama? Bosan hidup yang dimaksud adalah kondisi tidak semangat beraktivitas seperti biasanya, bahkan kehilangan minat dalam hal-hal yang sebelumnya sangat disukai. Bosan hidup ditandai dengan menurunnya motivasi berkegiatan, seperti pekerjaan, pendidikan, ta'awun, dan berkeluarga. Akibatnya, produktivitas berkurang. Orang yang sedang bosan hidup cenderungnya mudah emosi, gampang tersinggung atau bersedih tanpa alasan yang jelas. Bahkan, memilih mengisolasi diri dari pergaulan. Ia menghindari pertemuan sosial. Berinteraksi dengan orang lain, baginya membosankan bahkan membuatnya terluka dan dirugikan. Imam Ibnul Qayyim rahimahullah, dalam kitab 📚 : [ Al Fawaid hal.181 ], Menyebut bosan hidup sebagai penyakit yang p...

Berniaga Dalam Islam

Tentu pernah mendengar kaum Madyan? Imam Ibnu Katsir rahimahullah dalam kitab 📚 : Al Bidayah, menyebut penduduk Madyan sebagai bangsa Arab yang menempati wilayah di negeri Ma'an, di perbatasan Syam yang bersinggungan dengan daerah Hijaz. Penduduk Madyan adalah orang-orang kafir yang punya adat membegal musafir, mengancam dan menakuti-nakuti kafilah, dan menyembah pohon Aikah. Selain itu, penduduk Madyan terkenal dengan sifat culas dan curang dalam berdagang, baik timbangan maupun takaran. Nabi Syuaib diutus Allah untuk mendakwahi kaum Madyan. Mereka diajak beribadah hanya kepada Allah saja. Nabi Syuaib juga mengingatkan: وَيَا قَوْمِ أَوْفُوا الْمِكْيَالَ وَالْمِيزَانَ بِالْقِسْطِ ۖ وَلَا تَبْخَسُوا النَّاسَ أَشْيَاءَهُمْ  "Hai kaumku, cukupkanlah takaran dan timbangan dengan adil, dan janganlah kamu merugikan manusia terhadap hak-hak mereka "  📖 : [ QS Hud: 85 ] Sifat curang dalam berdagang tidak ada baiknya sedikit pun. Orang curang akan dijauhi dan ditinggalkan. Oran...