Postingan

Menampilkan postingan dari 2025

Akhir Kisah Orang Munafik

Berpusat di kota Madinah, kaum munafik muncul setelah perang Badar. Sebelumnya, para pembenci Islam terang-terangan memusuhi, baik dengan kata atau melalui aksi nyata. Kemenangan besar yang diraih umat Islam di perang Badar menjadi titik mula segolongan pembenci Islam mengubah taktik. Mereka menampakkan keislaman, namun sembunyi-sembunyi memusuhi. Mereka takut. Mereka sadar bahwa umat Islam adalah kekuatan yang menggetarkan. Sehari-hari kaum munafik bersikap sebagaimana umat Islam. Salat ikut walau malas-malasan, sedekah terlihat meski hanya berkomentar, jihad bergabung tetapi selalu membuat ricuh, dan seterusnya. Surat At Taubah juga disebut surat Al Fadhihah, yang artinya : Pengungkap Kejahatan.  Sebab, di dalamnya, paling tidak ada 7 peristiwa yang kaum munafik terlibat di sana, diberitakan oleh Allah Ta'ala. Ulama membagi sikap munafik menjadi dua, yaitu i'tiqadi dan 'amali.  Ada yang bersifat ideologi, ada pula yang bersifat praktik watak sehari-hari yang terlihat. Aya...

Tidak Wajib Berpegang pada Satu Madzhab dalam Seluruh Persoalan

Gambar
Pendapat yang mewajibkan tiap orang berpegang hanya pada satu madzhab atau satu imam saja dalam seluruh persoalan, akan mengarahkan pada kesulitan dan kesempitan, padahal adanya madzhab-madzhab tersebut adalah nikmat, fadhilah dan rahmat dari Allah. Pendapat yang menyatakan tidak wajibnya berpegang pada satu nadzhab atau satu imam saja, adalah pendapat yang rajih menurut para ulama ushul. 📚 : [ Ar-Rukhash asy-Syar'iyyah, Dr. Wahbah az-Zuhaili, Hlm. 18 ] ✍🏻 : Karawang, 3 November 2025 🏷️ Saluran WhatsApp :  Klik Disini 📪 Telegram :  Klik Disini

WAKTU MUDA YANG SIA-SIA

Pikiran anak muda itu seperti ini… Hidup tanpa tujuan dan cita-cita, Hidup hanya ingin bergaul, Hidup hanya ingin mencari pacar, Hidup hanya ingin memuaskan diri, Hidup hanya ingin memamerkan kekayaan, Dikira hidupnya masih panjang. Ingat, Waktu Mudamu Akan Ditanya Dari Abu Barzah Al-Aslami, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, لاَ تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمْرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ وَعَنْ عِلْمِهِ فِيمَا فَعَلَ وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَا أَنْفَقَهُ وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَا أَبْلاَهُ “Kedua kaki seorang hamba tidaklah beranjak pada hari kiamat hingga ia ditanya mengenai : (1) umurnya di manakah ia habiskan, (2) ilmunya di manakah ia amalkan, (3) hartanya bagaimana ia peroleh dan (4) di mana ia infakkan dan (5) mengenai tubuhnya di manakah usangnya.”  📚 : [ HR. Tirmidzi no. 2417, dari Abi Barzah Al Aslami. bahwa hadits ini shahih ] Manfaatkanlah Waktu Mudamu untuk Kebaikan Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Nabi s...

Empat Hal Yang Menghalangi Rezeki

Gambar
1. Tidur pagi. 2. Jarang shalat. 3. Malas. 4. Berkhianat. Sumber, 📚 : [ Zadul Ma'ad juz 4 hal 378 ] ✍🏻 : Karawang, 24 Maret 2025 🏷️ Saluran WhatsApp :  Klik Disini 📱Grup WA :  Klik Disini 📪 Telegram :  Klik Disini

Ramadhan Sudah Setengah Bulan, Apa Hasilnya ?

Tidak terasa, waktu begitu cepat berlalu, dan bulan Ramadhan yang penuh dengan keberkahan dan keutamaan akan berakhir.  Semoga kita tidak termasuk orang-orang yang celaka karena tidak mendapatkan pengampunan dari Allah Ta’ala selama bulan Ramadhan, sebagaimana yang tersebut dalam doa yang diucapkan oleh malaikat Jibril ‘alaihissalam dan diamini oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam :  “Celakalah seorang hamba yang mendapati bulan Ramadhan kemudian Ramadhan berlalu dalam keadaan dosa-dosanya belum diampuni (oleh Allah Ta’ala )”  📚 : [ HR Ahmad (2/254), al-Bukhari dalam “al-Adabul mufrad” (no. 644), Ibnu Hibban (no. 907) dan al-Hakim (4/170), dinyatakan shahih oleh Ibnu Hibban, al-Hakim, adz-Dzahabi ] Salah seorang ulama salaf berkata :  “Barangsiapa yang tidak diampuni dosa-dosanya di bulan Ramadhan maka tidak akan diampuni dosa-dosanya di bulan-bulan lainnya”  📚 : [ Dinukil oleh imam Ibnu Rajab dalam kitab “Latha-iful ma’aarif” (hal. 297) ] Oleh karena i...

Pendaki Yang Tersesat

Gambar
Sekadar analog tentang pendaki gunung.  Mereka yang mencapai puncak dengan aman, lancar, dan menyenangkan, adalah yang mendaki dengan mengikuti semua aturan. Mulai dari preparing, sampai pulang kembali ke basecamp. Pernah mendengar pendaki tersesat? Apa sebabnya? Banyak pendaki tidak sampai ke puncak, bahkan tersesat, dan tidak jarang berakhir dengan kematian. Sebab terbesar adalah si pendaki itu sendiri. Kondisi fisik tidak fit dipaksa mendaki, kurang konsentrasi, tidak memiliki wawasan atau informasi terkini, kurangnya persiapan, adalah faktor-faktor yang sering menyebabkan tersesat. Ego yang diikuti juga menjadi faktor tersesat. Percaya diri berlebihan, bahkan arogan, membuatnya tidak menghormati aturan. Meremehkan dan mengarah ke sikap sombong, mendorongnya bersikap semau-maunya. Sebenarnya rute sudah dibuat pasti. Jalur pendakian diberi rambu-rambu lengkap. Kondisi cuaca telah dipelajari. Perkiraan waktu disepakati. Namun, ego dan arogan merusaknya. Karena tergoda ...

Doa Lagi, Doa Terus, Jangan Putus.

Dari Abu Said al-Khudri radhiyallahu‘anhu, Nabi ﷺ bersabda, "Apabila seorang muslim menyampaikan sebuah doa yang tidak mengandung dosa atau memutus silaturrahmi, maka Allah akan memberikan salah satu dari 3 hal, Bisa Allah segerakan pengabulan doanya (di dunia), atau Allah simpan doa itu untuknya di akhirat, atau Allah lindungi dia dari keburukan yang semisal dengan apa yang dia minta.” Para sahabat mengatakan, ‘Jika demikian, kami akan memperbanyak doa.’ Nabi ﷺ menjawab, “Allah lebih banyak dalam mengabulkan doa.”  📚 : [ HR. Ahmad 11133 dan dihasankan Syuaib al-Arnauth ] Ibnu Abdil Bar menjelaskan tentang hadis ini, Hadis ini merupakan dalil bahwa setiap doa pasti dikabulkan, dengan tiga pilihan di atas. 📚 : [ at-Tamhid, 10/297 ] Berdoa Menggunakan Selain Bahasa Arab Asy Syaikh Muhammad bin Salih Al Utsaimin pernah ditanya :  Apa hukumnya berdoa di dalam salat menggunakan bahasa, bukan bahasa Arab. Apalagi dia memang tidak pandai berbahasa Arab ? Beliau menjawab dalam 📚 : ...

Mengejek Pelaku Maksiat

Gambar
Diterjemahkan dan Diringkas dari, 📚 : [ Imam Ibnul Qayim rahimahullah, kitab Madarijussalikin jilid 1 hal 196, cetakan ke-3 tahun 1416H Darul Kitab Al-Arabi Beirut ] Ejekanmu terhadap maksiat yang dilakukan saudaramu lebih besar dosanya dan lebih buruk dibandingan maksiat yang diperbuatnya. Karena ejekan tersebut menunjukan seolah dirimu lebih taat ,lebih suci dan terlepas dari dosa. Sedangkan bisa jadi saudaramu telah mengakui dosanya. Jika itu menyebabkannya berhati remuk, merasa hina diri yang menghindarkannya dari penyakit sombong dan ujub, lalu berdiri di hadapan Allah dalam keadaan kepala tertunduk dan pandangan yang khusyu maka itu lebih manfaat dan baik untuknya daripada ketaatanmu yang kamu anggap lebih banyak yang kemudian kamu menghitung-hitungnya di sisi Allah dan membanding-bandingkannya. Maka alangkah lebih dekatnya pelaku maksiat ini dengan rahmat Allah, dan lebih dekatnya si pengungkit-ungkit ini dengan murka Allah. Sungguh suatu dosa yang membuatmu merasa...

Zaman Yang Dijanjikan

Gambar
Zaman Yang Dijanjikan Itu Telah Datang Dikutip dari kitab 📚 : [ Adab Al Islam, karya Syaikh Abuya Muhammad bin Alawi ] "يأتي على الناس زمانٌ تظهر فيه الفاحشة في الطُّرُقات، حتى يقول أحدهم لفاعليها: لو تنحيتَ بها عن الطريق، فذلك فيهم كأبي بكرٍ وعمر." Rasulullaah ﷺ menggambarkan :  "Akan datang suatu masa, di mana perbuatan mesum dilakukan terbuka di jalanan, hingga ada seseorang menegur pelakunya: 'Kalau bisa kamu lakukan di tempat lain bukan di jalan.' Pada zaman itu, orang yang menasehati setara dengan Abu Bakar dan Umar." Dahulu, hadits ini amat sangat tidak masuk akal. Mana ada orang berbuat mesum dipertontonkan. Sekarang perbuatan mesum apa yang belum dikerjakan di tempat umum? Wanita pamer paha klogat kloget di jalan diiringi truk sond horeg. Pasangan mesum bahkan zina dikontenkan, disiarkan live tiktok, penontonnya lebih banyak dari pada di jalanan. Sekarang, kamu mau nasehati mereka? "Jangan ikutan trend goyang tiktok" Yang ada ...

Nasihat Bagi Penuntut Ilmu

Gambar
Tidak ada keraguan lagi bahwa menuntut ilmu (agama) merupakan metode terbaik dalam mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala. Menuntut ilmu menjadi sebab kesuksesan di akhirat kelak dengan balasan surga serta menjadi sebab kemuliaan bagi mereka yang mengamalkan ilmunya.  Di antara poin penting dalam menuntut ilmu adalah ikhlas. Belajar agama dengan niat karena Allah Ta’ala semata, bukan selain-Nya.  Karena hal tersebut yang akan menjadikan ilmu itu bermanfaat dan menjadi sebab datangnya taufik agar meraih kedudukan yang tinggi di dunia dan akhirat. Telah datang hadis dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwa beliau bersabda, من تعلم علما مما يبتغى به وجه الله لا يتعلمه إلا ليصيب به عرضا من الدنيا لم يجد عرف الجنة يوم القيامة “Barangsiapa yang mempelajari ilmu agama dengan apa yang seharusnya ditujukan untuk mencari wajah Allah Ta’ala, namun ia mempelajarinya untuk mendapat bagian dari kehidupan dunia, maka tidak akan mencium bau surga p...

Pro dan Kontra Imam Ibnu Taimiyyah —Rahimahullah—

Gambar
IBNU TAIMIYAH ( Rahimahullah ) ANTARA YANG PRO DAN KONTRA Oleh : Ustadz Ahmad Syahrin Thoriq —hafidzahullahu ta'ala (  Klik Disini ) Secara umum sikap para ulama terhadap beliau rahimahullah terbagi menjadi empat kelompok. 1. Yang pro dan tercatat sebagai murid atau pengikutnya, seperti imam Ibnul Qayyim dan imam adz Dzahabi. 2. Yang membenci beliau, seperti Qadhi Muhammad Husain penulis kitab Kifayatul Akhyar dan Alauddin Muhammad bin Muhammad al Hanafi yang sampai mengkafirkan beliau dalam kitabnya. 3. Yang kontra kepada sang imam dalam keilmuan namun tidak merendahkan beliau, seperti imam Taqiyuddin Subki yang sampai menulis kitab untuk membantahnya : Ad Durrah al Mudhiyyah Fi ar Radd ‘ala ibni Taimiyah. 4. Yang bersikap pertengahan, banyak tak sependapat namun tetap mengakui keilmuan dan kedudukan beliau sebagai syaikhul Islam, yang bersikap seperti ini diantaranya imam Ibnu Hajar al Asqalani dan ulama lainnya. Dan saya telah memilih mengikuti pendapat yang terakhi...

Rawatlah Hidayah, Jangan Campakkan

Gambar
"Barangsiapa telah mengetahui jalan yang akan mengantarkannya kepada Allah, lalu justru ia tinggalkan. Malah ia mengikuti maunya, kesenangannya, syahwat, dan kepuasannya sendiri. Maka, ia telah jatuh tercebur ke sumur-sumur kehancuran, ia penjarakan jiwanya ke dalam sel-sel sempit. Sepanjang hidup, ia tersiksa dengan siksa yang belum pernah dirasakan siapapun di alam semesta ini. Hidupnya penuh keputus-asaan, galau, dan kesedihan. Kematiannya adalah nestapa dan derita. Hari berbangkitnya diiringi rasa bersalah dan penyesalan. Urusannya berantakan, rencananya hancur-hancuran. Jiwanya dipenuhi gelisah dan kesedihan. Kepuasan orang jahil tidak didapat, ketenangan orang arif tidak diraih. Ia berteriak minta tolong, tidak ada yang menolong. Ia mengeluh, tidak ada yang peduli.  Kebahagiaan dan kegembiraannya telah pergi menjauh. Gantinya datanglah sakitnya luka, sedih, dan nestapa. Rasa damai berganti resah. Mulia berubah hina. Kaya dirasa miskin. Semua yang pernah dicapai, ...