Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2025

Doa Lagi, Doa Terus, Jangan Putus.

Dari Abu Said al-Khudri radhiyallahu‘anhu, Nabi ﷺ bersabda, "Apabila seorang muslim menyampaikan sebuah doa yang tidak mengandung dosa atau memutus silaturrahmi, maka Allah akan memberikan salah satu dari 3 hal, Bisa Allah segerakan pengabulan doanya (di dunia), atau Allah simpan doa itu untuknya di akhirat, atau Allah lindungi dia dari keburukan yang semisal dengan apa yang dia minta.” Para sahabat mengatakan, ‘Jika demikian, kami akan memperbanyak doa.’ Nabi ﷺ menjawab, “Allah lebih banyak dalam mengabulkan doa.”  📚 : [ HR. Ahmad 11133 dan dihasankan Syuaib al-Arnauth ] Ibnu Abdil Bar menjelaskan tentang hadis ini, Hadis ini merupakan dalil bahwa setiap doa pasti dikabulkan, dengan tiga pilihan di atas. 📚 : [ at-Tamhid, 10/297 ] Berdoa Menggunakan Selain Bahasa Arab Asy Syaikh Muhammad bin Salih Al Utsaimin pernah ditanya :  Apa hukumnya berdoa di dalam salat menggunakan bahasa, bukan bahasa Arab. Apalagi dia memang tidak pandai berbahasa Arab ? Beliau menjawab dalam 📚 : ...

Mengejek Pelaku Maksiat

Gambar
Diterjemahkan dan Diringkas dari, 📚 : [ Imam Ibnul Qayim rahimahullah, kitab Madarijussalikin jilid 1 hal 196, cetakan ke-3 tahun 1416H Darul Kitab Al-Arabi Beirut ] Ejekanmu terhadap maksiat yang dilakukan saudaramu lebih besar dosanya dan lebih buruk dibandingan maksiat yang diperbuatnya. Karena ejekan tersebut menunjukan seolah dirimu lebih taat ,lebih suci dan terlepas dari dosa. Sedangkan bisa jadi saudaramu telah mengakui dosanya. Jika itu menyebabkannya berhati remuk, merasa hina diri yang menghindarkannya dari penyakit sombong dan ujub, lalu berdiri di hadapan Allah dalam keadaan kepala tertunduk dan pandangan yang khusyu maka itu lebih manfaat dan baik untuknya daripada ketaatanmu yang kamu anggap lebih banyak yang kemudian kamu menghitung-hitungnya di sisi Allah dan membanding-bandingkannya. Maka alangkah lebih dekatnya pelaku maksiat ini dengan rahmat Allah, dan lebih dekatnya si pengungkit-ungkit ini dengan murka Allah. Sungguh suatu dosa yang membuatmu merasa...

Zaman Yang Dijanjikan

Gambar
Zaman Yang Dijanjikan Itu Telah Datang Dikutip dari kitab 📚 : [ Adab Al Islam, karya Syaikh Abuya Muhammad bin Alawi ] "يأتي على الناس زمانٌ تظهر فيه الفاحشة في الطُّرُقات، حتى يقول أحدهم لفاعليها: لو تنحيتَ بها عن الطريق، فذلك فيهم كأبي بكرٍ وعمر." Rasulullaah ﷺ menggambarkan :  "Akan datang suatu masa, di mana perbuatan mesum dilakukan terbuka di jalanan, hingga ada seseorang menegur pelakunya: 'Kalau bisa kamu lakukan di tempat lain bukan di jalan.' Pada zaman itu, orang yang menasehati setara dengan Abu Bakar dan Umar." Dahulu, hadits ini amat sangat tidak masuk akal. Mana ada orang berbuat mesum dipertontonkan. Sekarang perbuatan mesum apa yang belum dikerjakan di tempat umum? Wanita pamer paha klogat kloget di jalan diiringi truk sond horeg. Pasangan mesum bahkan zina dikontenkan, disiarkan live tiktok, penontonnya lebih banyak dari pada di jalanan. Sekarang, kamu mau nasehati mereka? "Jangan ikutan trend goyang tiktok" Yang ada ...

Nasihat Bagi Penuntut Ilmu

Gambar
Tidak ada keraguan lagi bahwa menuntut ilmu (agama) merupakan metode terbaik dalam mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala. Menuntut ilmu menjadi sebab kesuksesan di akhirat kelak dengan balasan surga serta menjadi sebab kemuliaan bagi mereka yang mengamalkan ilmunya.  Di antara poin penting dalam menuntut ilmu adalah ikhlas. Belajar agama dengan niat karena Allah Ta’ala semata, bukan selain-Nya.  Karena hal tersebut yang akan menjadikan ilmu itu bermanfaat dan menjadi sebab datangnya taufik agar meraih kedudukan yang tinggi di dunia dan akhirat. Telah datang hadis dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwa beliau bersabda, من تعلم علما مما يبتغى به وجه الله لا يتعلمه إلا ليصيب به عرضا من الدنيا لم يجد عرف الجنة يوم القيامة “Barangsiapa yang mempelajari ilmu agama dengan apa yang seharusnya ditujukan untuk mencari wajah Allah Ta’ala, namun ia mempelajarinya untuk mendapat bagian dari kehidupan dunia, maka tidak akan mencium bau surga p...

Pro dan Kontra Imam Ibnu Taimiyyah —Rahimahullah—

Gambar
IBNU TAIMIYAH ( Rahimahullah ) ANTARA YANG PRO DAN KONTRA Oleh : Ustadz Ahmad Syahrin Thoriq —hafidzahullahu ta'ala (  Klik Disini ) Secara umum sikap para ulama terhadap beliau rahimahullah terbagi menjadi empat kelompok. 1. Yang pro dan tercatat sebagai murid atau pengikutnya, seperti imam Ibnul Qayyim dan imam adz Dzahabi. 2. Yang membenci beliau, seperti Qadhi Muhammad Husain penulis kitab Kifayatul Akhyar dan Alauddin Muhammad bin Muhammad al Hanafi yang sampai mengkafirkan beliau dalam kitabnya. 3. Yang kontra kepada sang imam dalam keilmuan namun tidak merendahkan beliau, seperti imam Taqiyuddin Subki yang sampai menulis kitab untuk membantahnya : Ad Durrah al Mudhiyyah Fi ar Radd ‘ala ibni Taimiyah. 4. Yang bersikap pertengahan, banyak tak sependapat namun tetap mengakui keilmuan dan kedudukan beliau sebagai syaikhul Islam, yang bersikap seperti ini diantaranya imam Ibnu Hajar al Asqalani dan ulama lainnya. Dan saya telah memilih mengikuti pendapat yang terakhi...

Rawatlah Hidayah, Jangan Campakkan

Gambar
"Barangsiapa telah mengetahui jalan yang akan mengantarkannya kepada Allah, lalu justru ia tinggalkan. Malah ia mengikuti maunya, kesenangannya, syahwat, dan kepuasannya sendiri. Maka, ia telah jatuh tercebur ke sumur-sumur kehancuran, ia penjarakan jiwanya ke dalam sel-sel sempit. Sepanjang hidup, ia tersiksa dengan siksa yang belum pernah dirasakan siapapun di alam semesta ini. Hidupnya penuh keputus-asaan, galau, dan kesedihan. Kematiannya adalah nestapa dan derita. Hari berbangkitnya diiringi rasa bersalah dan penyesalan. Urusannya berantakan, rencananya hancur-hancuran. Jiwanya dipenuhi gelisah dan kesedihan. Kepuasan orang jahil tidak didapat, ketenangan orang arif tidak diraih. Ia berteriak minta tolong, tidak ada yang menolong. Ia mengeluh, tidak ada yang peduli.  Kebahagiaan dan kegembiraannya telah pergi menjauh. Gantinya datanglah sakitnya luka, sedih, dan nestapa. Rasa damai berganti resah. Mulia berubah hina. Kaya dirasa miskin. Semua yang pernah dicapai, ...