Berpusat di kota Madinah, kaum munafik muncul setelah perang Badar. Sebelumnya, para pembenci Islam terang-terangan memusuhi, baik dengan kata atau melalui aksi nyata. Kemenangan besar yang diraih umat Islam di perang Badar menjadi titik mula segolongan pembenci Islam mengubah taktik. Mereka menampakkan keislaman, namun sembunyi-sembunyi memusuhi. Mereka takut. Mereka sadar bahwa umat Islam adalah kekuatan yang menggetarkan. Sehari-hari kaum munafik bersikap sebagaimana umat Islam. Salat ikut walau malas-malasan, sedekah terlihat meski hanya berkomentar, jihad bergabung tetapi selalu membuat ricuh, dan seterusnya. Surat At Taubah juga disebut surat Al Fadhihah, yang artinya : Pengungkap Kejahatan. Sebab, di dalamnya, paling tidak ada 7 peristiwa yang kaum munafik terlibat di sana, diberitakan oleh Allah Ta'ala. Ulama membagi sikap munafik menjadi dua, yaitu i'tiqadi dan 'amali. Ada yang bersifat ideologi, ada pula yang bersifat praktik watak sehari-hari yang terlihat. Aya...
Oleh : Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid (Darul Wathan Riyadh, 1414H) Sumber Kitab : Muharramatus Tahaana Bihaan Naasu Yajibul Hadzru Mina (Dosa-Dosa yang Dianggap Biasa, Cet; Yayasan Al Sofwa; 1418H) halaman 29-31. Allah bersumpah dengan nama apa saja yang ia kehendaki dari segenap mahlukNya. Sedangkan MAHLUK, mereka TIDAK DIBOLEHKAN bersumpah dengan nama selain Allah. Namun, bila kita saksikan kenyataan sehari-hari, betapa banyak orang bersumpah dengan nama selain Allah. Sumpah salah satu bentuk peng-agung-an. Karenanya ia tidak layak diberikan kecuali kepada Allah subhanahu wata'ala. Dalam sebuah hadist marfu', dari Ibnu Umar diriwayatkan : اَ إِنَّ اللهَ يَنْهَاكُمْ أَنْ تَحْلِفُوا بِآبَائِكُمْ مَنْ كَانَ حَالِفًا فَلْيَحْلِفْ بِاللهِ أَوْ لِيَصْمُتْ. “ Ketahuilah,sesungguhnya Allah melarang kalian bersumpah dengan nama ayah-ayah kalian. Barangsiapa bersumpah, hendaklah dengan (nama) Allah, atau diam.” [ HR. Al Bukhari; Fathul Baari 11/530 ] مَنْ حَلَفَ بِغَيْرِ اللهِ فَقَ...
Tidak ada keraguan lagi bahwa menuntut ilmu (agama) merupakan metode terbaik dalam mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala. Menuntut ilmu menjadi sebab kesuksesan di akhirat kelak dengan balasan surga serta menjadi sebab kemuliaan bagi mereka yang mengamalkan ilmunya. Di antara poin penting dalam menuntut ilmu adalah ikhlas. Belajar agama dengan niat karena Allah Ta’ala semata, bukan selain-Nya. Karena hal tersebut yang akan menjadikan ilmu itu bermanfaat dan menjadi sebab datangnya taufik agar meraih kedudukan yang tinggi di dunia dan akhirat. Telah datang hadis dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwa beliau bersabda, من تعلم علما مما يبتغى به وجه الله لا يتعلمه إلا ليصيب به عرضا من الدنيا لم يجد عرف الجنة يوم القيامة “Barangsiapa yang mempelajari ilmu agama dengan apa yang seharusnya ditujukan untuk mencari wajah Allah Ta’ala, namun ia mempelajarinya untuk mendapat bagian dari kehidupan dunia, maka tidak akan mencium bau surga p...
Komentar
Posting Komentar
Harap mengisi kolom komentar dengan baik dan benar, segala bentuk promosi atau ujaran kebencian akan Kami Hapus.
Jika ada artikel yang kontra dengan pemahaman anda, kami menerima segala kritik dan saran. Silahkan sampaikan dengan sopan santun di kolom komentar tanpa menghujat atau playing victim, sertakan bukti pendukung yang kuat agar lebih logis.
Baarakallahu fiikum
-Owner