Jika Hatimu Bersih
Imam Ibnu Quddamah -rahimahullah- dalam mukhtashar Minhaj al-Qashidinnya berkata :
"Siapa saja yang ingin mengetahui aib jiwanya, maka silahkan ia menempuh Jalan yaitu engkau mengambil faidah untuk mengetahui aib jiwamu dari lisan musuh-musuhmu.
Karena, mata kebencian akan melihat keburukan. Seorang manusia mengambil manfaat dari musuhnya yang menyebut aib-aibnya lebih banyak daripada ia mengambil manfaat dari teman-temannya yang menyembunyikan aib-aibnya."
📚 : [ Mukhtashar Minhaj al-Qashidin: 121 ]
Jika hatimu bersih, saat ada orang yang mengkritik kesalahanmu, maka engkau akan intropeksi diri, sekalipun itu dari musuhmu. Bukan malah mencari-cari pembenaran atas perbuatanmu.
Jika hatimu bersih, maka kesalahanmu akan engkau anggap sebagai kesalahan. Tapi, jika hatimu kotor, malu terhadap pengikutmu atas kesalahanmu, engkau akan berupaya menyembunyikan kesalahanmu sekalipun ia teramat fatal bagi umat yang bisa saja mengikutinya.
Menjauhlah dari teman-teman mu yang Mudahanah, ia melihat kemungkaran terjadi padamu, tapi ia menutupinya dan tidak mengoreksinya. Orang yang sesungguhnya mencintaimu adalah seorang yang tidak ridho engkau terjatuh dalam kesalahan, bukan terus membiarkanmu dalam kesalahan.
Musuh yang memperlihatkan kemungkaranmu agar engkau merubahnya lebih selamat untuk dirimu daripada sahabat yang selalu membiarkan mu dalam kemungkaran.
Itu jika hatimu bersih. Tapi, jika hatimu kotor, ada orang yang mencaci maki Tuhanmu sekalipun terjadi di depan matamu bahkan karena engkau yang memintanya hingga ia melakukan itu, engkau akan menganggapnya biasa-biasa saja.
Maka berhati-hatilah dari hati dan jiwa yang kotor.
Maka, hal demikian juga berkaitan dengan sikap Anak kepada Orangtua,
Baktimu kepada orang tuamu adalah cerminan bakti anakmu padamu.
Kalau kau ingin anakmu berbakti padamu, maka berbaktilah kamu kepada kedua orang tuamu,
Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin berkata,
“Barang siapa yang berbakti kepada orang tuanya, anak-anaknya akan berbakti padanya. Barang siapa yang durhaka kepada orang tuanya, anak-anaknya akan durhaka padanya. Dan balasan itu sesuai dengan jenis amal. Dan sebagaimana engkau memperlakukan seperti itu pula engkau akan diperlakukan. ”
📚 : [ Huquq Da'at Ilaihal Fithrah hal 15 ]
✍🏻 : Karawang, 10 Oktober 2024
🏷️ Saluran WhatsApp : Klik Disini
📱Grup WA : Klik Disini
📪 Telegram : Klik Disini
Komentar
Posting Komentar
Harap mengisi kolom komentar dengan baik dan benar, segala bentuk promosi atau ujaran kebencian akan Kami Hapus.
Jika ada artikel yang kontra dengan pemahaman anda, kami menerima segala kritik dan saran. Silahkan sampaikan dengan sopan santun di kolom komentar tanpa menghujat atau playing victim, sertakan bukti pendukung yang kuat agar lebih logis.
Baarakallahu fiikum
-Owner