Cari Aman ditempat Rawan
Manusia diciptakan memiliki sisi lemah. Lemah menghadapi penyakit, lemah menghadapi kefakiran, ataupun menghadapi kefakiran dan kenyataan.
Allah سبحانه وتعالى berfirman :
"Dan manusia dijadikan bersifat lemah"
📚 : [ T.Q.S An-Nisa : 28 ]
Dengan kelemahan itu, manusia mencari "kekuatan lain" untuk menolong dirinya meraih cita-cita dan melindungi diri dari bahaya yang mengancam. Akan tetapi, amat disayangkan di antara manusia justru mencari perlindungan kepada sesuatu yang lemah bahkan lebih lemah.
Padahal, tempat perlindungan selain Allah sejatinya adalah tempat yang rawan dari bahaya. Allah سبحانه وتعالى mengumpakannya dengan sarang laba-laba :
مَثَلُ ٱلَّذِينَ ٱتَّخَذُواْ مِن دُونِ ٱللَّهِ أَوۡلِيَآءَ كَمَثَلِ ٱلۡعَنكَبُوتِ ٱتَّخَذَتۡ بَيۡتًا ۖ وَإِنَّ أَوۡهَنَ ٱلۡبُيُوتِ لَبَيۡتُ ٱلۡعَنكَبُوتِ ۚ لَوۡ كَانُواْ يَعۡلَمُونَ
"Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah ialah rumah laba-laba, sekiranya mereka mengetahui."
📚 : [ QS. Al-'Ankabut : Ayat 41 ]
Secara fisik rumah laba-laba adalah rumah yang lemah, rapuh tidak bisa melindungi dari panas dan hujan, baik dari angin, ataupun ancaman lain. Meskipun, secara unsur pembuatannya 'konon' sangat kuat dan indah.
Orang yang menggantungkan keselamatan dan pengharapannya kepada jimat yang dikalungkan di leher atau dipakai sebagai gelang tangan. Ada juga yang diletakkan di rumahnya untuk melindungi harta dan rumah tangga mereka dari bahaya yang nampak maupun tidak sebagaimana yang mereka yakini.
Sungguh, ini juga menjadi sarana perlindungan yang rapuh dan rawan dengan bahaya.
Dia sudah mempercayakan keselamatannya kepada jimat itu, sementara jimat tidak mampu berbuat apapun untuk menolongnya. Sedangkan, Allah juga tak sudi menolong mereka.
Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda,
من تعلق تميمة فلا أتم الله له ومن تعلق ودعة فلا ودع الله له
"Barangsiapa menggantungkan tamimah (jimat pemudah urusan), maka Allah tidak akan menyempurnakan urusannya. Barangsiapa menggantungkan wada'ah (jimat penangkal bahaya), maka Allah tidak akan menjamin (keselamatan)nya."
📚 : [ HR. Ahmad, sanadnya Hasan ]
Selagi dia masih menggantungkan keselamatannya pada jimat, selamanya dia tidak akan bahagia dan beruntung. Imran bin Husain rahimahullah menuturkan bahwa Nabi صلى الله عليه وسلم pernah melihat di lengan seorang pria ada gelang yang ditampakkan kepadanya. Dan terbuat dari kuningan. Lalu beliau bertanya, "Untuk apa engkau memakainya ?", Pria tadi menjawab, "Ini adalah wahinah (pengusir sial dan kelemahan)." Lantas, Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda :
أما إنّها لا تزيدك إلا وهنا انبذ ها عنك فإنك لو متّ وهي عليك ما أفلحت أبدا
"Justru ia (jimat) tidak menambah untukmu selain kelemahan. Buanglah! Seandainya engkau mati dalam keadaan masih mengenakan gelang tersebut, engkatu tidak akan beruntung selamanya."
📚 : [ H.R Ahmad dan Ibnu Majah ]
Adapun sebagian manusia yang mengaku modern, ada yang mengandalkan perlindungan keselamatan mereka dengan teknologi. Sisi lemahnya bukan pada kreasinya dalam mengembangkan teknologi, namun hal itu disertai kesombongam dan menentang murka Allah dengan maksiat, lalu "mengandalkan teknologi" sebagai antisipasi, sungguh murka Allah tak dapat dicegah dengan teknologi.
Jikalau manusia menemukan alat pencegah bencana, Allah Mahakuat untuk menimpakan adzab dengan cara yang lebih kuat dan bencana yanh tidak mampu mereka hadapi.
Allah سبهانه وةعالى berfirman,
يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ضُرِبَ مَثَلٞ فَٱسۡتَمِعُواْ لَهُۥٓ ۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ تَدۡعُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ لَن يَخۡلُقُواْ ذُبَابًا وَلَوِ ٱجۡتَمَعُواْ لَهُۥ ۖ وَإِن يَسۡلُبۡهُمُ ٱلذُّبَابُ شَيۡئًا لَّا يَسۡتَنقِذُوهُ مِنۡهُ ۚ ضَعُفَ ٱلطَّالِبُ وَٱلۡمَطۡلُوبُ
"Wahai manusia! Telah dibuat suatu perumpamaan. Maka dengarkanlah! Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah tidak dapat menciptakan seekor lalat pun walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, mereka tidak akan dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Sama lemahnya yang menyembah dan yang disembah."
📚 : [ QS. Al-Hajj 22: Ayat 73 ]
Berapa banyak juga manusia yang menyangka harta kekayaan yang ia miliki akan dapat menjaga nya dari kemiskinan. Atau, penguasa yang ia pilih dan dukung akan dapat melindungi kepentingannya. Atau, melalui ilmu dan teknologi yang ia kira dapat menjaga nya.
Namun, semua ternyata tidak dapat melindungi mereka dari marabahaya dunia, apalagi kelak di akhirat. Harta bisa habis seketika, penguasa bisa ingkar janji, dan sebagainya.
Maka, tidak ada tempat perlindungan sempurna selain Allah, dengan mendekat kepada-Nya, memohon belas kasih-Nya dan menaati segala aturan-Nya.
Wallahu a'lam bishawab.
✍🏻 : Karawang, 05 Oktober 2024
🏷️ Saluran WhatsApp : Klik Disini
📱Grup WA : Klik Disini
📪 Telegram : Klik Disini
Komentar
Posting Komentar
Harap mengisi kolom komentar dengan baik dan benar, segala bentuk promosi atau ujaran kebencian akan Kami Hapus.
Jika ada artikel yang kontra dengan pemahaman anda, kami menerima segala kritik dan saran. Silahkan sampaikan dengan sopan santun di kolom komentar tanpa menghujat atau playing victim, sertakan bukti pendukung yang kuat agar lebih logis.
Baarakallahu fiikum
-Owner