Doa Tidak Terwujud

Manusia memang suka menyalahkan. Siapapun dia salahkan. Bahkan, syariat pun dia salah-salahkan. Pokoknya dia yang benar. Titik.

Katanya, sudah berdoa berulang-ulang. Meminta tiada henti. Siang malam berharap. Pagi petang menengadahkan tangan. Menurutnya, hal itu telah berlangsung bertahun-tahun.

Dia protes, 

"Katanya siapa yang berdoa, Allah pasti kabulkan. Katanya, Allah malu jika hamba mengangkat tangan meminta, lalu saat tangan diturunkan Allah tidak memberinya". 

Dia dengan sinis bilang, "Sia-sia saya berdoa. Percuma! Apa yang saya minta tak pernah terwujud. Hanya capek saja"

Dalam kitab 📚 : [ Thariqul Hijratain], Imam Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan bahwa; manusia tentu sangat senang jika doanya dikabulkan dan keinginannya terwujud. Namun, senangnya Allah untuk mengabulkan dan memberi, jauh lebih besar.

Oleh karenanya, jika ada doa yang belum terkabul, ada permintaan yang tak kunjung terwujud, maka, "Penyakitnya ada pada dirimu. Problemnya berasal darimu", jelas Imam Ibnul Qayyim rahimahullah.

Allah telah menetapkan bahwa; apa yang ada di sisi- Nya tidak mungkin didapat kecuali dengan sikap taat, dan nikmat dari Allah tidak bisa diraih jika bermaksiat.

Tanpa syukur, nikmat yang sudah ada akan hilang. Karena maksiat, tentu tercabut nikmat.

Jika Allah mencabut nikmat dari hamba, itu bukan karena Dia bakhil atau hendak menyimpannya. Nikmat dicabut karena, "Kamu lah sebab nya", pungkas Imam Ibnul Qayyim rahimahullah.

Allah Ta’ala berfirman,  

وَمَآ أَصَٰبَكُم مِّن مُّصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُوا۟ عَن كَثِيرٍ

"Musibah apa pun yang menimpamu, maka disebabkan ulah tanganmu sendiri. Dan Allah sudah banyak memaafkan" 

📚 : [ QS Asy Syuraa ayat 30 ]

Maka, renungkanlah kembali apa yang membuat doamu tidak terkabul? Apa yang menghalangi permintaanmu tidak diberikan?

Mungkin kezaliman pernah engkau lakukan terhadap seseorang. Mungkin engkau melukai hati orang tua mu. Mungkin engkau menghina orang lemah, miskin, atau orang cacat. 

Mungkin engkau sombong. Mungkin engkau meremehkan dosa. Mungkin engkau bermalas-malasan ibadah.

Barikade hasil perbuatan hamba yang lantas menjadi pembatas, barier karena ulah hamba yang merintangi, dapat dibersihkan dan dihilangkan dengan istighfar. Dengan bertaubat. Dan dengan meminta maaf.

Apabila hamba sudah benar-benar berserah diri kepada Allah, dia sungguh-sungguh mensucikan jiwa dengan bertaubat, namun doa juga belum terkabul, maka pesan Nabi Muhammad ﷺ berikut ini semoga menyejukkan.

Beliau ﷺ bersabda:

ما من مسلِمٍ يَدعو ، ليسَ بإثمٍ و لا بِقطيعةِ رَحِمٍ إلَّا أَعطَاه إِحدَى ثلاثٍ : إمَّا أن يُعَجِّلَ لهُ دَعوَتَهُ ، و إمَّا أن يَدَّخِرَها لهُ في الآخرةِ ، و إمَّا أن يَدْفَعَ عنهُ من السُّوءِ مِثْلَها

"Jika seorang muslim berdoa, bukan untuk berdosa dan bukan untuk memutus silaturahmi, maka tidaklah untuknya kecuali akan diberi 1 dari 3 balasan. Bisa saja doanya dikabulkan dengan cepat, atau pahalanya tersimpan untuk di akhirat, atau ia dihindarkan dari keburukan yang semisal" 

📚 : [ HR Bukhari dalam Adabul Mufrad ( 710 )]

Semoga Allah melimpahkan taufik dan hidayah agar kita siap berbenah. Belajarlah untuk menyadari bahwa apa yang didapat sesuai dengan apa yang diperbuat.

✍🏻 : Karawang, 17 November 2024
🏷️ Saluran WhatsApp : Klik Disini
📱Grup WA : Klik Disini
📪 Telegram : Klik Disini

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pendaki Yang Tersesat

The Light of Eyes; Sirah Nabawiyyah

Candu